Paradigma Psikologi Kepribadian Trait

Image

Kepribadian Trait

Kepribadian dapat didefinisikansebagai pola pikiran, emosi dan perilaku yang berbeda dan karakteristik yang menentukan gaya personal individu dan mempengaruhi interaksinya dengan lingkungan.

Pendekatan Trait

Tipe Kepribadian

Penelitian kepribadian bukan hanya satu-satunya subbidang psikologi yang paling ambisius, tetapi juga yang paling tua. Pada tahun 400 SM, Hipokrates menyatakan bahwa terdapat 4 tipe kepribadian dasar, yang dikaitkan dengan 4 humor manusia, yaitu:

  • Kelebihan empedu hitam menghasilkan tipe melankolik (trdepresi)
  • Kelebihan empedu kuning menghasilkan tipe kolerik (lekas marah)
  • Darah menghasilkan tipe sanguin (optimistik)
  • Lendir menghasilkan tipe flegmatik (tenang pendiam)

Tipologi yang lebih berdiferensiasi di publikasikan oleh theophratus (372-278 SM), penerus Aritoteles sebagai kepala Lyceom di Athena. Ia mengajukan 30 tipe kepribadian yang dipresentasikan dalam sejumlah sketsa karakter. Tiap sketsa dimulai dengan definisi singkat karakteristik yang dominan dari tipe itu dan kemudian menggambarkan beberapa perilaku yang tipikal untuk tipe tersebut. Diantara karakternya terdapat pembohong, orang tak berperasaan, perayu, dan orang pelit.

  Teori Trait

Gordon Allport salah satu ahli yang paling berpengaruh adalah ahli psikologi Hardvard, Gordon Allport. Allport menganggap trait sebagai blok pembangunan dasar dari organisasi psikologi yang berfungsi mengintegrasikan apa yang seharusnya menjadi stimuli dan respons yang tidak serupa. Allport membedakan antara trait umum dan diposisi pribadi. Trait umun adalah dimensi tarit dimana individu dapat dibandingkan satu sama lainnya sedangkan diposisi pribadi sebagai pola atau konfigurasiunik trait-trait yang ada dalm individu.

Teori tarit merupakan teori kepribadian yang didasari oleh beberapa asumsi, yaitu trait merupakan pola konsisten dari oikiran, perasaan atau tindakan yang membedakan seseorang dari yang lain, sehingga :

  • Trait relatif stabil dari waktu ke waktu
  • Trait konsisten dari situasi ke situasi

Trait merupakan  kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah karena :

  • Adanya proses adaptif
  • Adanya perbedaan kekuatan
  • Kombinasi dari trait yang ada

 1. Gangguan Kepribadian Ttrait

Suatu sifat akan menyebabkan gangguan kepribadian bila menganggu fungsi pribadi atau menyebabkan individu menderita atau menyebabkan individu menderita atau mengalami banyak kesulitan. Berikut gangguan sifat kepribadian, diantaranya :

2. Gangguan Kepribadian Pasif-Agresif

Tipe gangguan ini dikelompokkan menjadi tipe pasif-dependen, pasif-agresif dan agresif, agresif. Ketiga tipe tersebut kadang-kadang terlihat pada orang yang sama.

a) Pasif-Dependen

Ciri khasnya adalah tidak berdaya, tidak tegas dan bergantung pada orang lain. Apabila mereka dituntut untuk memikul tanggung jawab, mereka segera cemas dan panik. Dalam banyak situasi mereka membutuhkan dukungan emosional yang kuat.

b) Pasif-Agresif

Memiliki sifat sama dengan pasif-dependen, hanya mereka memiliki rasa permusuhan yang diungkapkan dengan cara mencibir, keras kepala, membuang-buang waktu atau berlengah-lengah. Mereka sering menghalangi kegiatan orang lain yang berhubungan dengan diri mereka dengan taktik untuk menghalangi secara halus.

c) Agresif

Karena emosinya tidak stabil maka orang-orang inipun memperhatiakn ledakan kejengkelan, kemarahan dab bertingkah laku merusak sebagai respons terhadap frustasi yang kecil sekalipun. Bentuk-bentuk agresif mereka secara terbuka ialah menyebarkan desas-desus dan dengki.

3. Gangguan Kepribadian Obsesif-Kompulsif

Orang-orang ini memiliki kebutuhan yang tinggi akan kesempuraan, kehidupan mereka dikuasai oleh sifat yang teratur dan disiapkan dengan baik. Misalnya seseorang mahasiswa yang menulis sebuah makalah mungkin menggunakan waktu tanpa batas untuk mengumpulkan bahan, menyusun bahan-bahan tersebut dalam suatu tumpukan yang rapi dan selalu cemas akan masalah kecil yang menyangkut catatan kaki, tetapi tidak pernah merumuskan dengan jelas tujuan dari makalah itu atau tidak berusaha untuk menulisnya. Mahasiswa tersebut menghabiskan waktunya untuk mempersiapkan bahan makalah tapi tidak pernah memulainya. Orang yang tergolong dalam tipe ini sangat teliti, kaku dan terlalu sistematis.

Gangguan Kepribadian yang Menghindar Individu dengan tipe ini sangat peka terhadap penolakan orang lain. Individu ini menghindari hubugan dengan orang lain keceuali kalau ada jaminan bahwa mereka diterima tanpa dicela. Karena individu yang mengalami gangguan kepribadian ini tidak dapat memuaskan kebutuhan mereka akan keakraban dan selalu merasakan seolah-olah mereka ditolak, maka mereka menderita kecemasan dan depresi. 

Contoh dalam kasus sehari-hari :

Kasus yang pernah saya alami yaitu saya mempunyai teman yang mempunyai sifat kolerik, kenapa saya bilang kolerik karena dia orangnya gampang marah dan gampang tersingguan contohnya seperti saat kita lagi sedang bercanda lalu ada kata-kata yang membuat dia tersinggung padahal niat kita itu cuma bercanda tapi dia menanggapinya dengan serius lalu dia marah. Penyelesaian dari kasus ini menurut saya kalau mempunyai teman yang sifatnya seperti itu sebaiknya harus lebih menjaga perasaannya dan harus lebih hati-hati dalam berbicara walaupun niatnya cuma bercanda karena setiap orang memiliki sifat yang berbeda-beda.

Referensi :

L. Atkinson Rita dkk. 1999. Pengantar Psikolog. Batam: Intereksa